Selamat Datang......

Kami ucapkan trimakasih kepada sahabat-sahabat yang teleh sudi mampir di blog ini...

Sabtu, 01 Juni 2013

Kwaran Pramuka Pondoksalam Rombak Pengurus

Written By Mang Raka on Jumat, 31 Mei 2013 | 14.00

PONDOKSALAM, RAKA - Memperbaharui program dan susunan kepengurusan, Kwatir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Pondoksalam menggelar Musyawarah Ranting (Musran) ke V tahun 2013 di Gedung KPRI Sejahtera Pondoksalam, Kamis (30/5) kemarin.

Acara rutin tiga tahunan itu juga digelar untuk memilih ketua secara demokratis, yang diterapkan dalam lembaga kepramukaan untuk pembelajaran bagi pelajar yang hadir sebagai anggota peninjau dalam acara tersebut. Semua anggota dan pembina pramuka di seluruh sekolah semua tingkatan yang ada di Kecamatan Pondoksalam nampak hadir memberikan dukungan, dan sebagai bentuk kepedulian terhadap organisasi yang mereka geluti.

Sekretaris Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Pondoksalam, Dede Supendi, mengatakan, acara yang digelar juga untuk mencanangkan program kegiatan pramuka di Pondoksalam, sebagai bentuk pedoman usaha untuk meningkatkan eksistensi organisasi yang berlambangkan tunas kelapa itu. Serta mengevaluasi hasil kinerja yang dilaksanakan tiga tahun kebelakang. “Beberapa pogram kerja yang menjadi sorotan para peserta musran, adalah revitalisasi gerakan pramuka Pondoksalam melalui peningkatan kualitas, dan eksistensi,” papar Dede.

Ia menerangkan, organisasi mesti mampu mewadai semua kalangan pelajar, baik dari tingkat SD, SLTP, SLTA, dan juga mahasiswa. Karena organisasi Pramuka merupakan adalah semua sekolah. Sehingga perencanaan dalam menentukan program yang dapat dirasakan mencakup semua sekolah yang ada di Pondoksalam. “Sekolah berharap, dengan adanya organisasi pramuka dapat mengembangkan potensi dan membentuk kemandirian para pelajar. Sudah pasti dalam musyawarah ini sangat dibutuhkan kesungguhan," terangnya.

Pihaknya berharap, mudah-mudahan organisasi pramuka yang ada di Pondoksalam bisa lebih berkembang, dan bermanfaat bagi semua pelajar, pihak sekolah, dan masyarakat. "Dalam pramuka diajarkan tentang kepemimpinan, organisasi dan keterampilan. Sehingga mampu menjadi sosok generasi muda yang cerdas, terampil, mandiri, bertanggungjawab dan bermanfaat bagi dirinya, keluarga, bangsa dan negara,” harapnya. (cr1) 

Sumber: www.radar-karawang.com

Kuliah Kelas Jauh Dibubarkan

Written By Mang Raka on Senin, 27 Mei 2013 | 14.00

PURWAKARTA, RAKA - Terbukti telah membuka kelas jauh, dua perguruan tinggi di Indonesia dipastikan bakal dicoret tahun 2013 ini. Artinya, izin operasional pendidikannya akan dicabut. Demikian disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI, Prof Dr H Dede Rosyada MA, disela acara seminar pendidikan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengkajian STAI Khez Muttaqien di aula Bale Sawala Yudhistira Setda Purwakarta, Sabtu (25/5).

Hanya saja, Dede enggan merinci mana saja dua perguruan tinggi (PT) dimaksud. Ia hanya menyebut keputusan pencoretan dua PT tersebut berdasarkan pada hasil kerja tim investigasi yang telah dibentuk jajarannya, menindaklanjuti aduan dan laporan masyarakat ikhwal keberadaan sekolah kelas jauh. "Sikap tegas ini merupakan bentuk komitmen kita memberantas PT yang membuka kelas jauh," tandas Dede.

Disamping sebagai pembicara, Dede Rosyada datang ke Purwakarta untuk melakukan peninjauan secara langsung proses perkualiahan di STAI Khez Muttaqien Purwakarta. Hasilnya, ia memberi apresiasi kepada STAI DR KHEZ Muttaqien yang dinilainya istiqomah taat aturan dengan tidak menyelenggarakan sistem pendidikan kelas jauh. Direktur juga mempunyai misi mengembangkan Perguruan Tinggi Islam yang ada di Jawa Barat dan rencananya akan diajukan 4 Perguruan Tinggi Islam untuk dijadikan perguruan tinggi percontohan, salah satunya STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Pengkajian dan Penelitian (LPP) STAI DR KHEZ Muttaqien, Dede Supendi mengatakan, seminar diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman terkait kurikulum 2013 baik kepada para kepala sekolah, guru maupun kepada para mahasiswa calon guru. Hal ini penting untuk memantapkan pemahaman para guru juga kepala sekolah dalam upaya mewujudkan terciptanya sistem pendidikan yang berkualitas di Purwakarta. "Para guru tidak hanya jago praktek dalam mengajar, tapi juga tahu teori dan ketentuannya," ungkap Dede.

Seminar bertajuk Revitalisasi Peran dan Fungsi Guru dalam menyongsong Kurikulum 2013 berlangsung meriah dengan dihadiri oleh para kepala sekolah, guru dan mahasiswa. Sebagai keynote speaker panitia mengahadirkan Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI. Narasumber lainnya adalah Prof. Dr. H. Sanusi Uwes, M.Pd Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Muttaqien Purwakarta. (nos)  

Mantap! Gelar Seminar, Langsung Jadi Percontohan

Written By agung winanto on Sabtu, 25 Mei 2013 | 17.09
PURWAKARTA, (jatiluhuronline.com). STAI DR. KHEZ Muttaqien menggelar seminar Nasional, bertajuk pendidikan. Menurut Ketua STAI DR KHEZ Muttaqien,  Manpan Drajat, M.Ag, bahwa seminar ini diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman terkait kurikulum 2013. Baik kepada para kepala sekolah, guru, maupun  para mahasiswa calon guru.

"Hal ini penting, karena sebagus apapun kurikulum, kalau para pelaksana dilapangan, dalam hal ini guru dan kepala sekolah tidak memahami, maka menjadi tidak berarti. Oleh karenanya, untuk memberikan pencerahan dan pemahaman akan isi dan substansi kurikulum 2013 menjadi sebuah keharusan." ungkapnya.

Seminar nasional yang di selenggarakan STAI DR KHEZ Sabtu (25/5) itu, mengambil tempat di Bale Sawala Yudistira Pemda Purwakarta. Dihadiri ratusan orang peserta yang terdiri dari para Kepala Sekolah, para guru, dan Mahasiswa.

Acara yang bertemakan Revitalisasi Peran dan Fungsi Guru dalam menyongsong Kurikulum itu, menghadirkan Keynote Speaker Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI. Narasumber lain, Prof. Dr. H. Sanusi Uwes, M. Pd, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Muttaqien Purwakarta.

Direktur Pendidikan Tinggi (dir dikti) Islam Kemenag RI yang sengaja mengahdiri seminar sekaligus mengunjungi Purwakarta, dalam rangka melihat secara dekat kondisi STAI DR KHEZ Muttaqien. Karena selama ini, perguruan tinggi islam pertama di Purwakarta tersebut, dinilai telah memberikan kontribusi yang sangat besar kepada khalayak. Dengan mencetak sarjana-sarjana siap pakai, di masyarakat.

Direktur juga memberikan apresiasi kepada STAI DR KHEZ Muttaqien, yang istiqomah dan taat aturan dengan tidak menyelenggarakan kelas jauh. Untuk kedepannya, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI,  akan mengembangkan Perguruan Tinggi Islam yang ada di Jawa Barat. Rencananya akan diajukan 4 Perguruan Tinggi Islam, untuk dijadikan perguruan tinggi percontohan, salah satunya STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta.

Sebelum menyampaikan materi, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA, menyampaikan beberapa informasi. Diantaranya, mengenai komitmen direktoratnya dalam memberantas perguruan tinggi kelas jauh. Direktoratnya telah menerima laporan dari masyarakat, terkait kelas jauh. Dan dari laporan tersebut, telah dilakukan investigasi. Hasilnya, ada 2 perguruan tinggi, yang akan dicoret pada tahun ini. (*)


Sumber: JatiluhurOnline

STAI DR KHEZ Muttaqien Gelar Seminar Nasional

Purwakarta, GARISNEWS - Direktur Diktis Kemenag RI Kunjungi STAI Muttaqien STAI DR KHEZ Muttaqien menggelar Seminar Nasional Sabtu (25/5) bertempat di Bale Sawala Yudistira Pemda Purwakarta.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 600 peserta. Acara yang mengambil tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Guru dalam menyongsong Kurikulum 2013 berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Para Kepala Sekolah, Guru-guru dan Mahasiswa.

Sebagai keynote speaker panitia mengahadirkan Prof. Dr. H. Dada Rosyada, MA Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI. Narasumber lainnya adalah Prof. Dr. H. Sanusi Uwes, M.Pd Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Muttaqien Purwakarta.

Sebelum menyampaikan materi Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA menyampaikan beberapa informasi diantaranya mengenai komitmen direktoratnya dalam memberantas perguruan tinggi kelas jauh.

Direktoratnya telah menerima laporan dari masyarakat terkait kelas jauh dan dari laporan tersebut telah dilakukan investigasi hasilnya ada 2 perguruan tinggi yang akan dicoret pada tahun ini. 

Disamping sebagai pemateri dalam seminar, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI ini juga sengaja datang ke Purwakarta dalam rangka melihat secara dekat kondisi STAI DR KHEZ Muttaqien.
Direktur memberikan apresiasi kepada STAI DR KHEZ Muttaqien yang istiqomah taat aturan dengan tidak menyelenggarakan kelas jauh. Direktur juga mempunyai misi mengembangkan Perguruan Tinggi Islam yang ada di Jawa Barat dan rencananya akan diajukan 4 Perguruan Tinggi Islam untuk dijadikan perguruan tinggi percontohan salah satunya STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta.
Menurut Dede Supendi , Sekretaris Lembaga Pengkajian dan Penelitian (LPP) STAI DR KHEZ Muttaqien dalam realisnya kepada garisnews.com, seminar ini diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman terkait kurikulum 2013 baik kepada para kepala sekolah, guru maupun kepada para mahasiswa calon guru.

“Hal ini penting karena sebagus apapun kurikulum kalau para pelaksana dilapangan dalam hal ini guru dan kepala sekolah tidak memahami maka menjadi tidak berarti. Oleh karenanya memberikan pencerahan dan pemahaman akan isi dan substansi kurikulum 2013 menjadi sebuah keharusan.” Ujarnya. (GN-005)

Kamis, 14 Maret 2013

Pembangunan Akan Semakin Maju

Masyarakat Tunggu Kerja Keras Bupati Dedi Mulyadi


PURWAKARTA-Pelantikan Bupati Purwakarta periode 2013-2018 Dedi Mulyadi berbagai tanggapan dan harapan bermunculan. Kali ini, datang dari aktivis Pendidikan Purwakarta yang juga Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prodi Penjaminan Mutu Pendidikan Dede Supendi.

Ia berharap pelantikan ini menjadi momentum kelanjutan pembangunan Purwakarta yang lebih merata dan berkeadilan. “Saya kira peletakan pondasinya ada pada periode pertama, kali ini adalah bagaimana melanjutkan berbagai pembangunan yang belum terealisasikan bahkan tersentuh pada periode pertama baik pembangunan infrastruktur maupun non infrastruktur,” kata tokoh pemuda pentolan KNPI dan Karang Taruna Purwakarta ini.

Dede berharap pasca pelantikan, bupati seyogyanya melakukan akselerasi kebijakan terutama terkait implementasi visi misi yang dijanjikan pada saat kampanye. “Itu harus. Karena menjadi janji dan sudah menjadi kewajiban yang mutlak,” ujarnya.

Perlu diingat, tambah dia, bahwa masyarakat yang telah memberikan mandat kepada bupati terpilih sangat menunggu bukti kongkrit apa yang telah dijanjikan pada saat kampaye lalu. “Maka dari itu perlu kerja ekstra yang subtansial dan tepat sasaran,” tandas Dede.

Lebih lanjut ia mengatakan, kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini harus bisa kompak dan terus bersatu. Jangan sampai seperti sebelumnya kurangnya keharmonisan. “Saya berharap 2 pasang pemimpim Purwakarta ini bisa bersama-sama membangunan sampai akhir dengan utuh dan terus bersamaan. Saya yakin mereka pasti bisa. Dan saya kira pasangan Dedi dan Dadan dua-duanya punya kelebihan masing-masing, maka dari itu harus bisa saling mengisi,” ujar Dede.(ron/lsm)

sumber: http://www.pasundanekspres.co.id/purwakarta/8276-pembangunan-akan-semakin-maju

Kamis, 16 Agustus 2012

Nilai_UAS_SP_ISBD_8D_2012

Daftar Nilai Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Pendek
Tahun Akademik 2011/2012
STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta


Mata Kuliah           : ISBD
Dosen                   : Dede Supendi, S.Pd.I
UAS tanggal           :11 Agustus 2012
Semester/Kelas      : VIII (Delapan) / D

Daftar Nilai silahkan klik di sini

Nilai_UAS_SP_FPI_4C_2012

Daftar Nilai Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Pendek
Tahun Akademik 2011/2012
STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta


Mata Kuliah           : Filsafat Pendidikan Islam 
Dosen                   : Dede Supendi, S.Pd.I
UAS tanggal           : 12 Agustus 2012
Semester/Kelas      : IV (Empat) / C

Daftar Nilai silahkan klik di sini

Jumat, 03 Agustus 2012

Delapan Tahun Bertahan Mengajar di Sekolah Terpencil

Sumber: http://pasundanekspres.co.id/pasundan/5822-delapan-tahun-bertahan-mengajar-di-sekolah-terpencil

Kiprah Dede Supendi, Guru Teladan SDN 2 Sukajadi Purwakarta
Dede Supendi memang tak bersepeda saat pergi mengajar seperti Oemar Bakri. Tapi pengabdian dan kecintaan Dede terhadap dunia pendidikan, tak beda dengan Oemar Bakri. Yang membedakan, Oemar Bakri adalah tokoh fiktif rekaan Iwan Fals, sedangkan Dede Supendi adalah tokoh nyata. Bagaimana kiprahnya?

TATANG BUDIMANSYAH, Purwakarta
PRIA
kelahiran 15 Juni 1982 ini boleh dibilang nyleneh. Pada saat sebagian besar guru ingin berkarier di daerah perkotaan, Dede justru merasa nikmat mengajar di sebuah sekolah dasar yang lokasinya jauh dari perkotaan. Ya, dia adalah pengajar di SDN 2 Sukajadi yang berlokasi di Kampung Kertajaya, Desa Sukajadi Kecamatan Pondoksalam, Purwakarta Jawa Barat.


Untuk sampai ke lokasi, setiap hari Dede mesti melintasi jalan yang masih penuh “borok”. Tapi ayah dari puteri bernama Delphinia Supendi ini tetap enjoy. Dia mengabdi di sekolah itu sejak 2005 dengan status sebagai guru bantu. Ketika diangkat menjadi PNS pada 2010 lalu, dia tak beranjak dari sekolah tersebut. “Sampai sekarang saya masih mengajar di sana,” kata Dede kepada Pasundan Ekspres.

Infrastruktur jalan yang masih amburadul dan tempatnya yang masih terpencil, memaksa para guru yang mengajar di SDN 2 Sukajadi hanya bertahan paling lama dua tahun. Mereka umumnya minta dimutasi ke tempat yang dinilai lebih enak. Tapi, Dede adalah sebuah pengecualian. “Entahlah, saya sudah kadung kerasan mengajar di tempat seperti ini. Orang-orang menyebut saya sebagai gurdacil, alias guru daerah terpencil,” tutur anak kedua pasangan Muhtar (almarhum) dan Dariah ini.

Kalau saja jalan menuju lokasi mulus, sebenarnya untuk sampai ke SD Negeri 2 Sukajadi tak memakan banyak waktu. SD tersebut hanya berjarak 5 kilometer dari jalan raya Pasawahan. Tapi, ya itu tadi, karena jalannya masih amburadul, maka jarak tempuh pastilah lebih lama. Terlebih, sejak beberapa tahun lalu, Jembatan Cikao berketinggian 5 meter yang mesti dilintasi, dalam kondisi rusak.

“Kondisinya sudah sangat membahayakan. Salah satu sisi penopang lembatan sudah turun 90 derajat. Tinggal menunggu waktu hingga jembatan itu ambruk,” kata Dede yang saat ini juga dipercaya sebagai pengajar di SMK Muttaqien. Masyarakat yang setiap hari melintasi jembatan itu, tentu saja dihantui kekhawatiran. “Tapi mau apa lagi, rencana bantuan untuk perbaikan jembatan dari pemkab belum pernah terdengar,” ujar sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam (PAI) dari STAI DR. KHEZ Muttaqien Purwakarta ini.

“Ada kepuasan tersendiri mengajar di sebuah sekolah di kampung terpencil. Sebagai guru, saya dan kawan-kawan adalah kaum pencerah. Kami mesti mencerdaskan anak-anak didik di daerah sekitar. Tak gampang memang. Tapi kalau itu dilakukan dengan tulus dan tak pernah menyerah, pastilah membawa hasil. Alhamdulillah, saya dan kawan-kawan cukup memberi pencerahan. Indikatornya, sejak pertengahan dekade 2000, banyak lulusan SDN 2 Sukajadi yang meneruskan sekolah ke jenjang lebih tinggi, ke SMP, SMA, bahkan ada yang ke perguruan tinggi. Keadaan seperti ini sulit ditemui pada dekade sebelumnya,” papar Dede.

Kiatnya untuk memberikan pemahaman akan pentingnya pendidikan, dilakukan Dede secara rutin pada setiap kesempatan. “Alhamdulillah, masyarakat di sini sudah memiliki paradigma baru. Mereka semakin sadar bahwa pendidikan adalah hak yang mesti dirasakan oleh anak-anak mereka. Maka jangan kaget jika masyarakat Sukajadi membeli lahan untuk penambahan ruang kelas. Biayanya mereka peroleh dari hasil patungan. Ini sangat mengharukan. Sekarang, kami tinggal mendorong pemerintah daerah agar segera memberi bantuan untuk ruang kelas baru. Toh lahan sudah tersedia,” lanjut dia.

Pengabdian Dede di bidang pendidikan, dimulai dengan menjadi guru honorer/guru tidak tetap (GTT) di MTs. Darussalam Kecamatan Pondoksalam Purwakarta tahun 2002-2004. Kemudian dia sempat pula mengajar di SDN 4 Munjuljaya hingga 2005. Pada tahun yang sama, dia lulus seleksi Guru Bantu Daerah Terpencil (GBDT) dan ditempatkan di SDN 2 Sukajadi hingga kini. “Tahun 2008 saya diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di sekolah itu,” katanya.     
 
Selain rutinitasnya sebagai guru, Dede juga aktif di sejumlah organisasi bidang pendidikan dan umum.  Saat ini dia dipercaya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi Guru Independen Indonesia (DPC FGII) Purwakarta untuk dua periode. Organisasi ini intens dalam memberikan advokasi, perlindungan, dan peningkatan profesionalitas guru.

Di tingkat nasional, dia dipercaya sebagai ketua Divisi Infokom Dewan Pengurus Pusat Federasi Guru Independen Indonesia (DPP FGII) yang merupakan kumpulan organisasi independen dari berbagai daerah se Indonesia. Di tingkat Provinsi Dede menjabat sebagai Wakil Ketua III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Jawa Barat.

Dede juga aktif pada beberapa organisasi kepemudaan  dan LSM. Sebut saja misalnya DPD KNPI, Karang Taruna, Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Purwakarta, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kab. Purwakarta,  Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta periode 2008-2013, Pembina Women Study Center (WSC), Lembaga Pengkajian dan penelitian (LPP) STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta dan Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Kecamatan Pondoksalam.

“Bagi saya, seorang aktivis guru merupakan tanggungjawab moral untuk memulai memperbaiki pendidikan melalui gerakan membangun kesadaran guru yang dapat mencerdaskan dan mencerahkan bangsa. Saya harus memperkuat basis komitmen profesi melalui berbagai kegiatan dan gerakan membangun komunitas guru kritis. Dalam benak saya terkandung prinsip bahwa guru yang profesional dan sejati bukan sekedar guru yang baik dan rajin mengajar, tetapi lebih dari itu, selalu memberi inspirasi pada berbagai gerakan pembaharuan pendidikan. Sekaligus selalu membangun kesadaran kritisnya dalam menyikapi berbagai perubahan itu sendiri,” tandas suami dari cerpenis Sunda Nunung Saadah ini.

Hingga saat ini, Dede tetap berkomitmen untuk membangun komunitas guru kritis dan mengusung demokratisasi pendidikan. Komitmen ini terus dikibarkan, baik pada pertemuan-pertemuan pelatihan guru, seminar dan diskusi pendidikan. Atau ketika ia banyak berhubungan dengan banyak kalangan LSM baik di Purwakarta maupun luar Purwakarta. Berkat pengabdiannya selama ini, Dede meraih predikat Guru Berprestasi Tingkat Kecamatan Pondoksalam dan menjadi delegasi peserta seleksi Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Purwakarta tahun 2012.(*)

Jumat, 06 Juli 2012

Banprov Fungsional Diduga tak Sesuai Peruntukannya

PURWAKARTA, (PRLM).- Bantuan provinsi (banprov) untuk peningkatan kinerja guru status nonPNS (bantuan fungsional) dan bantuan kualifikasi untk guru PNS di Kecamatan Maniis, Purwakarta ditengarai tidak sesuai peruntukannya. Praktik semacam ini dapat menciderai rasa keadilan bagi guru yang berhak menerimanya.

Informasi yan diperoleh "PRLM" sejak awal tahun para guru PNS dan nonPNS sudah mulai dilakukan pemberkasan untuk para guru PNS dan non PNS yang akan mendapatkan dana bantuan dari Pemprov Jabar. Dana bantuan yang diberikan adalah dana bantuan fungsional dan kualifikasi.

Bantuan fungsional diberikan kepada guru dengan status nonPNS, setiap guru akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 750 ribu/triwulan atau Rp 250 ribu/bulan. Sedangkan guru PNS mendapatkan bantuan sebesar Rp 3,5 juta/tahun yang merupakan bagian dari program bantuan kualifikasi (bantuan untuk biaya belajar).

Berkaitan dengan adanya praktik semacam itu, Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Purwakarta Dede Supendi prihatin dan menyesalkan pratik semacam itu karena dapat menciderai para guru yang seharusnya menerima bantuan. (A-86/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/192665

Nilai UAS Genap_FPI_4A&B_TA 2011/2012

Daftar Nilai Ujian Akhir Semester (UAS) Genap 
Tahun Akademik 2011/2012
STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta

Mata Kuliah           : Filsafat Pendidikan Islam 
Dosen                   : Dede Supendi, S.Pd.I
UAS tanggal           : 6 & 7 Juni 2012
Semester/Kelas      : IV (Empat) / A&B

Daftar Nilai silahkan klik dibawah ini:
b. Nilai kelas B

Ratusan Mahasiswa STAI Dr Khez Muttaqien Gelar KPM

PURWAKARTA - Sebanyak 143 mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Dr.Khez Muttaqien mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Kecamatan Sukatani selama satu bulan.
Kegiatan KPM sendiri merupakan salah satu rangkaian akademik yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa. Mulai dari proses akademik mahasiswa di Perguruan Tinggi jenjang sarjana. Yang mengharuskan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan KPM sebagai implementasi yang telah dipelajari selama kuliah.

Pengabdian akan hasil pembelajaran senyatanya ada pada pengabdian kepada masyarakat. Karena hal itu pula yang menjadikan mahasiswa dapat menjadi bagian masyarakat dengan kemampuan pendidikan yang baik. "Melakukan pengabdian kepada masyarakat hal ini sebagai perwujudan dari Tri Darma Perguruan Tinggi tak terkeculai Mahasiswa STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta," kata Manpan Dradjat,M.Ag, Ketua STAI Dr.Khez Muttaqien, Rabu (13/6).

Pada kesempatan itu, ratusan mahasiswa tersebut di lepas oleh Ketua STAI DR Khez Muttaqien Manpan, di Aula Kecamatan Sukatani.
Camat Sukatani Dodih Hamdani, SE memberikan arahan kepada peserta KPM beserta para Kepala Desa yang desanya di jadikan lokasi KPM. "Kurang lebih sebanyak sepuluh desa yang akan dijadikan tempat KPM mahasiswa," tuturnya.

Dede Supendi, S.Pd.I, Sekretaris panitia KPM STAI DR KHEZ Muttaqien mengatakan bahwa kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 13 Juni–13 Juli 2012 yang tersebar di sepuluh desa, sesuai dengan representasi untuk pengabdian mahasiswa. Yaitu Desa Cianting Utara, Sukatani, Sukajaya, Cilalawi, Cijantung, Malangnengah, Cinating, Pasirmunjul, Sukamaju dan Cibodas.

Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat, Didih Ahmadiah, SQ. S.H.I  berharap bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman empiris terkait dinamika kehidupan masyarakat yang nyata sebagai bekala kelak ketika mahsiswa kembali ke dalam masyarakat.

KPM merupakan mata kuliah yang unik yang harus ditempuh mahasiswa, kenapa unik karena mata kuliah ini hanya ada di jenjang Sarjana. Disamping itu kegiatan KPM merupakan salah satu jembatan komunikasi yang efektif antara kampus dengan masyarakat. "Pendidikan, penelitian dan pengabdian dapat diaplikasikan oleh mahasiswa saat mereka terjun langsung di masyarakat," tandasnya.

Sementara Manpan Drajat, M.Ag mengatakan bahwa KPM sebagai mata kuliah unik yang tidak ada kaitan langsung dengan kompetensi keahlian khusus Program Studi. "Masih dianggap relevan dengan kondisi saat ini untuk menjembatani kesenjangan antara kelompok elit intelektual dengan kelompok masyrakat," pungkasnya.(sei)

Sumber: http://pasundanekspres.co.id/purwakarta/5998-ratusan-mahasiswa-stai-dr-khez-gelar-kpm

Minggu, 15 April 2012

Nilai_UTS_Genap_FPI_4A_2012

Daftar Nilai Ujian Tengah Semester (UTS) Genap 
Tahun Akademik 2011/2012
STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta
Mata Kuliah      : Filsafat Pendidikan Islam 
Dosen            : Dede Supendi, S.Pd.I
UTS tanggal      : 12 April 2012
Semester/Kelas   : IV (Empat) / A

Daftar Nilai silahkan klik di sini

Nilai_UTS_Genap_FPI_4B_2012

Daftar Nilai Ujian Tengah Semester (UTS) Genap
Tahun Akademik 2011/2012
STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta
Mata Kuliah          : Filsafat Pendidikan Islam 
Dosen                    : Dede Supendi, S.Pd.I
UTS tanggal         : 11 April 2012
Semester/Kelas   : IV (Empat) / B 

Daftar Nilai silahkan klik di sini

Rabu, 04 Januari 2012

Workshop Penelitian Dosen

Lembaga Pengkajian dan Penelitian (LPP) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta menggelar Workshop Penelitian Dosen kamis 22 Desember 2011 bertempat di Kampus 1 Sindangkasih. Acara dibuka oleh Ketua STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta Manpan Drajat, M.Ag.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Dosen STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta dan menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Yoyo Mulyana,M.Ed dan Dr. Heri Erlangga,M.Pd. dengan dipandu oleh Moderator Dr. H. Anang Abdul Razak, M.Pd.

Menurut sekretaris panitia Dede Supendi mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Dosen dalam bidang penelitian. Sebagaimana diketahui bahwa tugas Dosen disamping melakukan pengajaran juga harus melakukan kegiatan penelitian, kegiatan ini dalam rangka membekali seluruh Dosen sebelum melakukan penelitian.

Sementara itu Ketua STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta Manpan Drajat, M.Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa penelitian masih menjadi permasalahan nasional bukan hanya permasalahan lokal tingkat perguruan tinggi, beberapa bulan yang lalu Menristek menginventarisir para peneliti diluar negeri untuk kembali ke Indonesia supaya menghidupkan penelitian-penelitian walaupun secara pinansial Indonesia belum memberikan apresiasi yang baik kepada para peneliti. Dalam konteks perguruan tinggi penelitian bagian yang integral dengan proses akademik sebagai pengejewantahan dari Tri Dhrama Perguruan Tinggi. Dalam RUU Perguruan Tinggi yang sedang digodog akan menjadi tantangan bagi dosen untuk memenuhi beban kerja dosen (BKD) salah satu poin penting dalam BKD adalah pemenuhan kewajiban dosen dalam tri dharma perguruan tinggi, yang selama ini hanya berkutat pada proses pendidikan saja tentu mau tidak mau bila UU perguruan tinggi diberlakukan dosen harus memenuhi tri dharma perguruan tinggi baik dosen negeri maupun swasta. ***

Minggu, 23 Oktober 2011

KNPI Harus Progresif Memberdayakan Pemuda

sumber: http://radarkarawangnews.blogspot.com/2010/05/knpi-harus-progresif-memberdayakan.html

PURWAKARTA, RAKA - Kurang lebih sembilan hari lagi pemuda Purwakarta yang berhimpun dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) akan menggelar hajatan besar yaitu Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) ke XII. Acara tersebut rencananya Akan digelar 29-30 Mei mendatang. Agenda rutin tiap 3 tahun sekali ini merupakan amanat AD/ART KNPI dalam Muskab sendiri salah satu agendanya adalah Pemilihan Ketua DPD periode 2010-2013 disamping itu juga penyusunan program kerja dan hal-hal lain yang diperlukan organisasi.


Menyambut hajatan tersebut banyak harapan dari komponen pemuda purwakarta mengenai KNPI ke depan, diantaranya datang dari Dede Supendi, S.Pd. Tokoh Pemuda dan mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta yang saat ini menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Federasi Guru Independen Indonesia (DPC FGII) Kab. Purwakarta. Dia berharap KNPI harus menjadi ujung tombak dalam pemberdayaan dan pembinaan pemuda Purwakarta. Untuk mensukseskan program pemberdayaan dan pembinaan tersebut KNPI harus membangun sinergi dengan berbagai intansi baik pemerintah maupun non pemerintah.

Wakil Ketua DPD BKPRMI Purwakarta ini juga berharap DPD KNPI Purwakarta kedepan harus menjadi rujukan utama organisasi kepemudaan (OKP) yang ada di Purwakarta. Program-program yang dirancang KNPI yang akan datang harus berbasis program-program untuk meningkatkan kualitas pemuda sesuai keahliannya. "Program-program ini harus selaras dan sinergi dengan program pemerintah. KNPI harus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat," ujarnya.

Disinggung soal calon ketua DPD KNPI periode 2010-2013, Mantan Sekretaris KNPI Kecamatan Pondoksalam ini berkomentar siapapun pemuda Purwakarta asal memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai AD/ART KNPI boleh mencalonkan. Makin bayak calon makin bagus sehingga nanti akan terseleksi pemimpin yang benar-benar diharapkan oleh seluruh elemen pemuda purwakarta. "Forum MUSKAB lah nanti yang akan menyeleksi, menguji dan memilih siapa yang pantas menjadi ketua kedepan, "tutupnya. (rif)

Kamis, 06 Oktober 2011

Manvan Ketua STAI DR KHEZ Muttaqien

Sumber:http://radarkarawangnews.blogspot.com/2011/08/manvan-ketua-stai-dr-khez-muttaqien.html

PURWAKARTA, RAKA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR KHEZ Muttaqien Purwakarta baru-baru ini telah melakukan pemilihan ketuanya periode 2011-2015. Agenda tiap empat tahun sekali tersebut berlangsung sejak tanggal 1 Agustus, puncaknya tanggal 16 Agustus dengan agenda laporan pertanggungjawaban Yusep Solihudien, MAg, Ketua STAI periode 2007-2011 dan pemilihan ketua baru perode 2011-2015.

Dalam pandangan umum senat terhadap LPJ Yusep Solihudien MAg, memutuskan laporan tersebut diterima bersyarat. Sementara pemilihan ketua baru melalui voting dengan raihan suara Manvan Drajat MAg 7 suara mengalahkan rivalnya Asep Gunawan MAg 3 suara dari total 11 suara senat, 1 suara abstain karena tidak hadir. Manvan yang kandidat doktor manajamen pendidikan tersebut mampu meyakinkan anggota senat sehingga terpilih dengan mulus.

Di tempat pemilihan, Dede Supendi SPd, salah seorang tim sukses dari Manvan mengatakan bahwa kemenangan tersebut berkat dukungan senat, dosen dan mahasiswa sehingga jagoannya melenggang dengan perolehan suara mayoritas. "Semoga ketua terpilih mampu membawa angin segar dan perubahan STAI kedepan. Kami atas tas nama tim mengucapkan banyak terimakasih dan pengahargaan kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan acara pemilihan," kata Dede Supendi.

Sementara Akhmad Sulaiman MAg, sekretaris panitia pemilihan mengatakan bahwa dengan terpilihnya kepemimpinan yang baru, diharapkan dapat memimpin dengan cerdas dan amanah sesuai tema yang ditetapkan. Ia menambahkan bahwa tahapan selanjutnya adalah penetapan ketua terpilih oleh Yayasan Pendidikan Islam Muttaqien Purwakarta yang selanjutnya kemudian dilantik. (rif)

Selasa, 04 Oktober 2011

SINERGISME GURU DAN KOMITE SEKOLAH

Oleh: Dede Supendi
Dimuat di harian umum Pikiran Rakyat Edisi Bekasi Raya Senin 18 April 2011 Halaman C

Tak terasa perjalanan dan pelaksanaan proses penyelenggaraan pendidikan dengan pola manajemen berbasis sekolah (MBS), yang dalam aspek tekhnis edukatif dikenal dengan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPBMBS) atau yang sering kita sebut otonomi sekolah sudah menginjak ke usia tujuh tahunan. Tentu perjalanan ini penuh dengan dinamika seiring dengan perkembangan pendidikan yang senantiasa dinamis mengikuti perputaran bumi ini.

Pola manajemen tersebut telah membuka ruang sekaligus peluang kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan peran serta dalam pengelolaan pendidikan. Bukankah Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara Pemerintah, orang tua dan masyarakat?

Untuk mewadahi peran serta masyarakat dalam pengelolaan pendidikan, maka lahirlah Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Sejak kelahiran Kepmendiknas inilah komite sekolah mulai di bentuk di berbagai sekolah se Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Purwakarta. Sudah barang tentu pembentukannya dengan berbagai kondisi dan latar belakang masing-masing.

Kedudukan, peran dan fungsi komite sekolah secara legal formal telah diwadahi dalam pasal 56 Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi: “Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah”.

Kemudian terbit Peraturan Pemerintah(PP)Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Bab 1 ketentuan umum pasal 1 ayat 42 berbunyi: “Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan”.

Pengurus komite sekolah merupakan representasi dari berbagai unsure masyarakat yang ada di sekitar sekolah, baik dari unsure tokoh masyarakat, tokoh pemuda, aparat desa, pengusaha, tokoh agama, pemerhati pendidikan dan dari unsure guru.

Guru sebagai ujung tombak dan sekaligus pengarah tombak dalam proses pendidikan disekolah mempunyai keterwakilan untuk masuk menjadi bagian pengurus Komite Sekolah, begitulah salah satu amanat dari kepmendiknas mengenai komposisi kepengurusan komite sekolah. Dengan demikian setiap kepengurusan komite sekolah, di dalamnya harus ada keterwakilan guru yang menjadi salah satu pengurusnya.

Semangat dimasukannya guru dalam kepengurusan komite sekolah saya kira sangat beralasan mengingat posisi guru yang sangat strategis di setiap sekolah. Dengan adanya perwakilan guru dalam kepengurusan komite sekolah memudahkan untuk membangun komunikasi dalam setiap perumusan kebijakan yang pada akhirnra para guru lah yang akan menlaksanakan kebijakan komite sekolah bersama kepala sekolah di lapangan.

Perwakilan guru yang menjadi pengurus komite sekolah dapat menjadi penghubung dalam berinteraksi antara guru dengan para orang tua siswa melalui komite sekolah sekaligus membangun hubungan sinergis dalam mengevaluasi, dan menindaklanjuti perkembangan pendidikan setiap peseta didik baik aspek akademik maupun aspek lainnya.

Komunikasi yang intens dan berkala antara guru dengan orang tua siswa untuik membicarakan berbagai permasalahan terkait dengan perkembangan peserta didik menjadi sebuah keharusan dalam pengelolaan pendidikatan yang bermutu. Kenapa ini sangat perlu karena guru disekolah tidak sepenuhnya mengetahui kondisi siswa pada waktu di rumah, oleh karenaya untuk menyelaraskan informasi dan data harus ada kesinambungan informasi yang akurat.

Komite sekolah lah wadah yang tepat untuk mengkomunikasikan hal-hal tersebut, dimana kedua belah pihak dalam hal ini -guru dan orang tua- duduk bersama dalam sebuah meja yang sama untuk membicarakan pengelolaan pendidikan yang bermutu.
Megingat pentingnya komunikasi antara guru dan orang tua dalam konteks proses perkembangan pembelajaran peserta didik terutama di luar sekolah, menjadi sangat penting adanya harmonisasi guru dan komite sekolah sebagai kepanjangtanganan orang tua siswa.

Saatnya guru-guru terbuka untuk menyampaikan berbagai permasalahan terkait perkembangan peserta didik kepada komite sekolah, agar kebuntuan dalam proses praktek kelas baik menyangkut pengetahuan, sikap maupun keterampilan siswa yang tidak dapat ditanggulangi oleh para guru dapat terpecahkan bersama-sama dengan orang tua melalui komite sekolah.

Komite Sekolah harus mengawal terjaminnya mutu layanan pendidikan di satuan pendidikan/sekolah. Mutu layanan pendidikan adalah pencapaian standar yang dipersepsi oleh pengguna layanan yang menyamai atau bahkan melebihi standar layanan pendidikan yang berlaku. Pendidikan adalah upaya sadar untuk memfasilitasi perkembangan dan peningkatan potensi peserta didik. Inti dari pendidikan adalah kegiatan pembelajaran (baca: praktek kelas).

Inti pendidikan berupa pembelajaran biasa disebut dengan proses pembelajaran. Dengan demikian layanan pendidikan adalah berbagai sumber daya yang dibutuhkan untuk memberikan dukungan terjadinya kondisi proses belajar pembelajaran yang baik atu bermutu. Mutu pendidikan adalah hasil akumulasi dari mutu hasil belajar dari awal sampai akhir proses pendidikan dalan suatu jenjang satuan pendidikan/sekolah.
Hal-hal yang berpengaruh terhadap pembelajaran adalah: guru (kemampuan/kompetensi, komitmen, konsentrasi), bakat dan motivasi peserta didik, sedangkan yang tidak langsung adalah sarana dan prasarana, dana lingkungan, pemikiran dan hal-hal lainnya yang mendorong untuk terjadainya kondisi pembelajran efektif dan bermutu.

Dana diperlukan dalam pembelajaran yang bermutu adalah untuk melengkapi sarana dan prasarana, peningkatan kemepaun guru dalam penguasaan metodologi dan didaktik serta kemampuan bidang ajar. Selain itu yang tidak kalah penting adalah untuk menambah kesejahteraannya. Diasumsikan dengan bertambahnya kesejahteraan guru akan merasa dihargai dan akan meningkatkan konsentrasinya dalam mengajar, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan.

Sekolah sebagai suatu system terdiri atas beberapa elemen, yang antara satu elemen dengan elemen lainnya salaing berkaitan dan saling pengaruh mempengaruhi. Sebagai contoh, kepala kepala sekolah adalah salah satu elemen sekolah. Kepala sekolah akan berhubungan secara timbale balik dengan elemen-elemen lain di sekolah itu. Kinerja sekolah akan dipengaruhi oleh kinerja para guru yang mengajar disekolah itu, demikian juga sebaliknya.

Sekolah sebagai suatu system terdiri atas beberapa elemen sebagai berikut:
a. Peserta didik (anak didik, siswa)
b. Kepala Sekolah
c. Pendidik atau guru
d. Staf tata usaha
e. Kurikulum
f. Fasilitas pendidikan lainnya.
Berdasarkan teori input-proses-output, elemen-elemen sekolah sebagai suaut system tersebut dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Elemen masukan kasar (raw input) adalah peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran, dengan latar belakang social-ekonomi-budaya, dan kesiapan akademisnya.
b. Elemen masukan instrumental (instrumental input), meliputi:
1. Kepala sekolah
2. Pendidik atau guru
3. Kurikulum, dan
4. Fasilitas pendidikan
c. Elemen masukan lingkungan (environmental input), meliputi:
1. Alam (geografis, demografis)
2. Sosial, ekonomi, kebudayaan.
d. Proses pendidikan (proses) merupakan interaksi edukatif, atau proses belajar mengajar, proses pembelajaran, menggunakan metode dan media pembelajaran atau alat peraga yang diperlukan.
e. Output atau keluaran, yaitu berapa siswa yang tamat dan atau lulus dari sekolah tersebut.
f. Outcomes atau hasil, misalnya berapa siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, berapa yang dapat memperoleh lapangan kerja, dsb.

Dilihat dari elemen-elemen tersebut diatas, posisi guru merupakan elemen yang sangat vital, oleh karenanya posisi strategis ini harus dijaga dan dimanafatkan lebih efektif bersama dengan komite sekolah dalam setiap perumusan kebiajakan terkait pengembangan sekolah umumnya dan peserta dididk pada khususnya.

Kedepan kepala sekolah bersama komite sekolah harus meningkatkan pembinaan sumber daya manusia (SDM) sekolah dalam hal ini tenaga pendidik/guru. Pembinaan SDM adalah uapay-uapaya berkesinmabungan yang dilakukan sekolah secara terarah dan teprogram agar sumber daya manusia sekolah dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan sekolah yang telah disepakati bersama. Pembinaan ini meliputi; Kemampuan akademis/professional, Karier, dan kesejahteraan.

Pembinaan kemampuan akademis SDM sekolah meliputi pembinaan kemampuan tenaga kependidikan yang berhubungan dengan penguasaan materi pembelajaran, menggelola kegaiatan belajar mengajar dan sikap sebagai pendidik dan pengajar (guru) di sekolah.

Cara membina kemampuan akademis ini diawali dengan:
1. Menetapkan syarat minimal kompetensi yang harus dimiliki;
2. Mengevaluasi tingkat kemampuan akademis tenaga kependidikan;
3. Meningkatkan kemamapuan akademis tenaga kependidikan yang ada dengan berbagai cara: (1) mengikutsertakan mereka dalam program-progrma pelatihan yang sesuai dengan bidang tugas masing-masing; (2) membangkitkan motivasi untuk selalu ingin meningkatkan kemampuan diri dalam mengembangkan profesi; (3) menanamkan budaya berprestasi dikalangan tenaga kependidikan; (4) menumbuhkan kreativitas dengan menciptakan suasana yang mendukung bagi inovasi; (5) menanmkan budaya memiliki; (6) menanamkan budaya kerja keras, belajar dan membangun diri; dan (7) menegakkan disiplin dan komitmen dalam menjalankan tugas; (8) berlakukan system reward and punishment di sekolah untuk mendukung system pembinaan SDM sekolah.

Komite sekolah diharapkan dapat menjadi wadah peran serta masyarakat, khususnya orangtua siswa yang berfungsi untuk memberikan pertimbangan (Advisory), dukungan (supporting), dan melakukan pengawasan (controlling) tehadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Lembaga ini diharapkan menjadi lembaga yang kuat karena akan memperoleh dukungan dari semua pemangku kepentingan, agar lembaga ini menjadi lembaga yang mandiri, dan dapat melaksanakan peran dan fungsinya secara optimal untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan dan mutu pendidikan yang kita harapkan bersama.

Daftar kepustakaan:
1. Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Panduan Umum Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
2. _________________________________. 2004. Acuan Operasional dan Indikator Kinerja Komite sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. Undang_undang Nomor 20 tahun 2003 tentang System Pendidikan Nasional
4. Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan

Sabtu, 25 Desember 2010

Pengurus Kwartir Ranting Pondoksalam Dilantik

Sumber:http://jabaronline.com/berita-kota/purwakarta/pengurus-kwartir-pondoksalam-dilantik/

PURWAKARTA. Sebanyak 18 orang pengurus Kwartir Ranting Pondoksalam periode 2009-2012 dilantik, pelantikan kali ini merupakan pelantikan dalam rangka pergantian antar waktu yang disebabkan adanya pengurus yang meninggal dunia dan mengundurkan diri. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) yang juga Camat Pondoksalam Fauzi, SE di Aula Balai Desa Salam Mulya Kec. Pondoksalam, Sabtu (18/12) .

Sekretaris Kwartir Ranting (Kwarran) Pondoksalam Dede Supendi, S.Pd.I menjelaskan, pelantikan tersebut dihadiri oleh Andalan Kwartir Cabang (Kwarcab) Purwakarta, Para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) dan para Pembina Pramuka se-Kwarran Pondoksalam.

Sebelumnya, lanjut Dede, juga diadakan berbagai kegiatan perlombaan bagi peserta didik anggota pramuka golongan penggalang yaitu lomba Semaphore, lomba Baris Berbaris, lomba Tarik Tambang, dan lomba Balap Karung.

Adapun susunan pengurus Kwartir Ranting Pondoksalam pergantian antar waktu periode 2009-2012 selengkapnya adalah Ketua Suharman, A.Ma.Pd, Waka Bidang Pembinaan Anggota Muda: Paimin, S.Pd, Waka Bidang Pembinaan Anggota Dewasa: Asep Sudarmas W., M.Pd., LG, Waka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kehumasan: Nurdin Nuryadin, S.Pd, Waka Bidang Administrasi dan Manajemen: Hendi Bugiandi, S.Pd,

Waka Bidang Keuangan, Usaha Dana dan Sarana: Djuningsih, A.Ma.Pd, Sekretaris Ranting: Dede Supendi, S.Pd.I, Andalan Ranting Urusan Pembinaan Siaga dan Penggalang Putra: Naim Saripudin, A.Ma.Pd., MG, Andalan Ranting Urusan Pembinaan Siaga dan Penggalang Putri: Yeni AS., S.Pd., LG., Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Dewasa: H. Cucu Supriatna, A.Ma.Pd.Or.,

Andalan Ranting Urusan Penelitian dan Pengembangan: Nur Ratnasari, S.Pd, Andalan Ranting Urusan Pengabdian Masyarakat Dan Pramuka Peduli: Dewi Ratna, S.Pd.I, Andalan Ranting Urusan Kehumasan dan Kerjasama: Abdul Rohman, S.Pd, Andalan Ranting Urusan Rohani Mental dan Budi Pekert: Ade Baban, S.Pd.I, Andalan Ranting Urusan Kelembagaan dan Hukum: Hj. Neneng M Patimah, S.Pd, Andalan Ranting Urusan Sumber Daya Keuangan: Enok Rokayah, S.Pd, Andalan Ranting Urusan Usaha Dana: Saepudin, S.Pd, dan Andalan Ranting Urusan Sarana dan Prasarana: Sacep, S.Pd . (DS/01)

Senin, 06 Desember 2010

Dede Supendi Terpilih Jadi Ketua FKKG Pondok Salam

Sumber: http://jabaronline.com/berita-kota/purwakarta/dede-supendi-terpilih-jadi-ketua-fkkg-pondok-salam/

PURWAKARTA. Kepala UPTD Pembinaan TK-SD dan PLS Kecamatan Pondoksalam Aceng Sudrajat, M.Pd mengatakan, Dalam rangka membangun kordinasi antara pengurus KKG tiap gugus, UPTD Pembinaan TK-SD dan PLS Kecamatan Pondoksalam memandang perlu untuk membentuk Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Tingkat Kecamatan.

Hal itu dikatakan Aceng dalam sambutannya diacara Musyawarah Pembentukan FKKG Tingkat Kecamatan, di SDN Salam Mulya Kecamatan Pondok Salam, kemarin. Terpilih sebagai Ketua FKKG Kecamatan Pondok Salam, Dede Supendi.

Ketua FKKG Kecamatan Pondok Salam, Dede Supendi kepada Jabaronline mengatakan, di bentuknya kepengurusan FKKG bukan semata-mata mencari siapa yang terhebat, kegiatan ini sudah sesuai dengan tujuan kelompok kerja guru pada tahap pelaksanaannya dapat dibagi ke dalam kelompok kerja guru yang lebih spesifik, yaitu kelompok kerja guru berdasarkan jenjang kelas, dan kelompok kerja guru berdasarkan mata pelajaran.

Menurutnya, FKKG memiliki 4 tujuan, diantaranya memfasilitasi kegiatan yang dilakukan oleh tingkat Kecamatan, memberikan supervisi dan kordinasi di tiap Kelompok Kerja Guru (KKG) gugus berdasarkan masalah dan kesulitan yang dihadapi guru, memberikan bantuan profesional kepada tiap KKG Gugus dan meningkatkan pemahaman, keilmuan, keterampilan serta pengembangan sikap profesional berdasarkan kekeluargaan dan saling mengisi (sharing) antar Gugus.

Dede yang mengajar di SDN 2 Sukajadi ini juga menjelaskan, Berdasarkan tujuan dan sasaran profesi guru, Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan lembaga yang dianggap mampu memberikan solusi sebagai sarana meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru SD sesuai harapan dan tuntutan. KKG berada ditiap Gugus yang terdiri dari 4-5 sekolah. UPTD Pembinaan TK-SD dan PLS Kecamatan Pondoksalam memiliki 4 Gugus KKG yang terdiri dari Gugus I Parakansalam, Gugus II Tanjungsari, Gugus III Salem dan Gugus IV Pondokbungur.

Pemilihan kepengurusan FKKG tersebut di Pimpin oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pondoksalam Nurdin Nuryadin, S.Pd dan Sekretarisnya Asep Sudarmas W, M.Pd dengan dihadiri oleh Pengawas TK-SD Sukwana, S.Pd dan Ketua PGRI Kec. Pondoksalam Hendi Bugiandi, S.Pd. adapun peserta musyawarah terdiri dari Para Kepala Sekolah dan 2 orang Perwakilan guru tiap sekolah se-Kecamatan Pondoksalam.

Musyawarah tersebut secara aklamasi berhasil memilih Dede Supendi, S.Pd.I Ketua KKG Gugus II Tanjungsari sebagai Ketua Umum Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Tingkat Kecamatan Periode 2010-2014 dan berhasil menyusun kepengurusan dengan komposisi Wakil Ketua Zenal Mutaqin, S.Pd (dari Gugus III Salem/SDN Salam Mulya), Sekretaris Budianto (Dari Gugus IV Pondokbungur/Guru SDN Bungurjaya) Wakil Sekretaris Dian Mutmain, S.Pd (Guru SDN Salem) dan Bendahara Suharni, S.Pd (Guru SDN 1 Pondokbungur).(02)

Jumat, 20 Agustus 2010

BEM STIE BEDAH BUKU CARPON

(Sumber: Harian Umum Pasundan Ekpres, kolom Purwakarta Ekspres Jum’at 20 Agustus 2010 halaman 4).

PURWAKARTA-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE DR.KHEZ. Muttaqien menggelar acara ngaguar (bedah) buku kumpualn carita pondok (carpon) Layung Katumbiri karya Nunung Saadah. Sabtu (21/8). Acara yang dilaksanakan di Aula kampus STIE DR.KHEZ. Muttaqien ini, bakal dihadiri Mahasiswa, Pelajar dan masyarakat Umum. Menurut panitia, acara ini digelar dalam rangkaian kegiatan Ramadhan In Campus 1431 H. dipastikan, acara akan diminati pengunjung, mengingat Purwakarta jarang mengadakan acara seperti ini.

Acara akan diisi oleh Nunung Saadah, pencipta dan penyunting buku kumpulan carpon Layung Katumbiri. Dia akan memaparkan soal proses kreatif sehingga karya sastra tersebut tercipta. Pada kesempatan tersebut, Nunung akan berdialog dengan hadirin.

Selain Nunung, pengisi acara lainnya adalah Dede Supendi, S.Pd.I Praktisi Pendidikan yang tak lain adalah suami Nunung.(tbs)